Orang-orang yang hadir di sekitar Abu Hurairah bertanya, “Apa yang engkau maksudkan dengan tempat perbekalan itu, wahai Abu Hurairah?”
Abu Hurairah menjawab, “Ketika kami dalam perjalanan bersama Rasulullah, banyak orang yang kelaparan. Beliau bertanya, “Hai Abu Hurairah, apakah kamu punya sisa makanan?” Saya menjawab, “Ya, ada.” Saya membawa beberapa kurma di tempat perbekalan.” Lalu beliau menyuruh saya untuk membawanya kepada beliau.

Secara bergiliran, sepuluh demi sepuluh, mereka datang untuk memakan kurma-kurma tersebut. Akhirnya semua tentara yang ada pada saat itu semuanya merasa puas dan kenyang. Meskipun demikian, kurma-kurma itu masih tersisa.
Kemudian beliau berkata kepada saya, “Duduklah dan makan bagianmu!” Maka saya pun makan kurma-kurma yang dibeberkan tadi, ternyata jumlahnya menjadi lebih banyak dari yang saya berikan. Setelah saya memakannya, sisa kurma itu saya masukkan ke dalam kantong tempat perbekalan.
“Hai Abu Hurairah,” kata Rasulullah, “Jika kamu ingin mengambil kurma itu, masukkanlah tanganmu ke dalam tempat perbekalan itu secukupnya dan jangan berlebihan.” Kurma-kurma itu sebagai penyambung hidup saya pada masa Rasulullah. Setiap kali saya menginginkan kurma tersebut, saya rogoh kantong perbekalan untuk mengambilnya. Selain itu, saya juga menafkahkannya untuk memberi makan orang lain.
Kebiasaan ini berlanjut terus pada masa Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Baru ketika Utsman terbunuh, rumah saya kena bongkar. Maka tempat perbekalan itu pun hilang entah kemana.”
Sumber: Al Wafa bi Ahwalil Musthafa, Ibnul Jauzi
source
No comments:
Post a Comment
Jika anda mempunyai sepucuk kata, tolong tempatkan disini, jika berkenan